Diduga Keracunan Setelah Konsumsi MBG, Puluhan Santri Dilarikan ke IGD RSUD Bojonegoro
BOJONEGORO, iNewsBojonegoro.id - Puluhan santri Pondok Pesantren Al Falah, Desa Pacul, Kecamatan Kota Bojonegoro, dilarikan ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Sosodoro Djatikoesoemo Bojonegoro pada Jumat malam, 28 November 2025, sekitar pukul 20.00 WIB. Mereka diduga mengalami gejala keracunan setelah mengonsumsi makanan bergizi gratis (MBG).
Informasi awal menyebutkan sebanyak 20 santriwati diduga mengalami keracunan. “Sebanyak 20 santriwati Desa Pacul keracunan MBG dan sekarang dilarikan ke RSUD Bojonegoro,” ujar AM, salah satu warga, melalui pesan yang beredar di media sosial.
Kabar tersebut kemudian menyebar luas di berbagai platform seperti Facebook dan grup WhatsApp, memicu kekhawatiran masyarakat.
Seiring viralnya kabar keracunan, salah satu pihak yang diduga pengurus pesantren memberikan klarifikasi melalui unggahan di media sosial. Ia menegaskan bahwa insiden keracunan tidak terjadi di lingkungan pondok.
“Kami klarifikasi, bukan MBG yang ada di pesantren. Rata-rata yang keracunan adalah yang sekolah di luar. Saat ini tim kesehatan sedang menangani dan anak-anak sudah dirawat. Informasi lebih lanjut akan kami berikan setelah keadaan kondusif,” tulis Falah Udin El Falahi.
Klarifikasi tersebut dipertegas melalui maklumat resmi Pondok Pesantren Al Falah Pacul yang diterbitkan pada hari yang sama. Dalam maklumat yang diterima para awak media itu dijelaskan, bahwa kasus keracunan murni berasal dari konsumsi MBG di lingkungan sekolah, bukan di dalam area pesantren.
Pihak pesantren juga mengimbau masyarakat untuk tidak menyebarkan berita tidak benar maupun hoaks terkait peristiwa tersebut. berikut isi maklumat tersebut:
Assalamualaikum Wr. Wb.
Disampaikan kepada seluruh warga sosial media, menyikapi foto/video yang beredar tentang santri Pondok Pesantren AL FALAH yang keracunan MBG itu Murni keracunan makanan mbg di lingkungan sekolah, bukan dalam lingkungan pondok pesantren dan sudah di tangani pihak kesehatan RSUD Bojonegoro, dihimbau untuk tidak menyebarkan berita berita yang dibuat buat atau berita Hoax Demikian maklumat ini dibuat, atas perhatian dan kerja samanya disampaikan terimakasih.
Wassalamu'alaikum Wr. Wb.
Maklumat resmi itu ditandatangani oleh Rais Amm Muhammad Nur Amin, Khotib Amm Muhammad Naufal Taqiyyuddin, serta Pengasuh Pondok Pesantren KH Tajuddin.
Hingga berita ini ditayangkan, belum ada keterangan resmi dari pihak RSUD Bojonegoro maupun instansi terkait mengenai penyebab pasti dugaan keracunan massal tersebut. Proses penanganan dan pemeriksaan medis masih berlangsung.
Editor : Arika Hutama