get app
inews
Aa Text
Read Next : Jadi Acuan Bansos, Kemensos Beberkan Perbedaan DTSEN dan DTKS di Hadapan Kades Bojonegoro

Meski Berstatus UHC, Tapi Keaktifan Peserta BPJS Kesehatan di Bojonegoro Masih 81 Persen

Sabtu, 24 Januari 2026 | 07:21 WIB
header img
Kepala BPJS Kesehatan Cabang Bojonegoro, saat memberikan keterangan. Foto: iNews Bjn

BOJONEGORO, iNewsBojonegoro.id - Kabupaten Bojonegoro saat ini telah menyandang status Universal Health Coverage (UHC). Seluruh penduduk tercatat sebagai peserta Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) BPJS Kesehatan. Namun demikian, tingkat keaktifan kepesertaan masih menjadi tantangan serius.

Dari total sekitar 1,37 juta penduduk, ribuan peserta BPJS Kesehatan, khususnya dari segmen peserta mandiri, tercatat mengalami tunggakan iuran. Kondisi ini berisiko mengganggu keberlanjutan manfaat JKN, meskipun cakupan kepesertaan telah mencapai 100 persen.

Kepala BPJS Kesehatan Cabang Bojonegoro, Wahyu Giyanto, mengungkapkan bahwa saat ini terdapat ribuan keluarga peserta BPJS mandiri yang menunggak iuran dalam jangka waktu cukup lama.

“Meski kepesertaan JKN di Bojonegoro sudah 100 persen atau berstatus UHC, tingkat keaktifan peserta baru mencapai 81 persen,” jelas Wahyu, Kamis (22/1) saat menghadiri acara di RSA Bojonegoro.

Menurutnya, upaya membantu peserta yang menunggak iuran tidak hanya dapat dilakukan oleh negara melalui skema Penerima Bantuan Iuran (PBI), tetapi juga melalui keterlibatan aktif berbagai pemangku kepentingan, termasuk rumah sakit.

Salah satu langkah konkret ditunjukkan oleh Rumah Sakit ‘Aisyiyah (RSA) Bojonegoro. Rumah sakit milik Amal Usaha Muhammadiyah tersebut mengalokasikan program Corporate Social Responsibility (CSR) untuk membantu pembayaran tunggakan iuran BPJS Kesehatan peserta mandiri.

“Ini harus digaungkan. Rumah sakit dengan misi sosial yang kuat, tidak hanya berorientasi pada profit, tetapi juga menjalankan fungsi sosial,” tegas Wahyu.

Direktur RSA Bojonegoro, dr. Tomy Oeky Prasiska, menjelaskan bahwa pada tahap awal program CSR ini, sebanyak 26 keluarga dengan total 60 jiwa yang tinggal di sekitar rumah sakit menerima bantuan pembayaran iuran BPJS Kesehatan, dengan nilai total mencapai Rp32 juta.

“Para penerima bantuan ini menunggak iuran hingga dua tahun. Ada yang belasan bulan, bahkan ada peserta yang sudah meninggal dunia,” ungkap dr. Tomy.

Program CSR tersebut menyasar warga yang berdomisili di Desa Kauman, Kecamatan Kota Bojonegoro, serta kawasan sekitar Jalan Panglima Sudirman.

“Bagi kami, rumah sakit tidak hanya hadir sebagai institusi pelayanan kesehatan, tetapi juga sebagai bagian dari ekosistem sosial masyarakat. Program CSR ini merupakan ikhtiar nyata RSA Bojonegoro untuk menjaga kesinambungan manfaat JKN dan memperkuat solidaritas kesehatan di lingkungan sekitar rumah sakit,” tegasnya.

Selain meluncurkan program CSR JKN, RSA Bojonegoro bersama BPJS Kesehatan Kantor Cabang Bojonegoro juga secara resmi mengumumkan dimulainya layanan CT-Scan dan Foto Panoramic bagi peserta JKN. Layanan ini berlokasi di Gedung Jironah Lantai 1 RSA Bojonegoro.

Pembukaan layanan diagnostik lanjutan tersebut dinilai sebagai langkah strategis dalam memperluas akses pelayanan kesehatan modern bagi masyarakat Bojonegoro dan sekitarnya, sekaligus memperkuat peran RSA Bojonegoro dalam ekosistem JKN.

“Kami menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada BPJS Kesehatan atas kesempatan dan kolaborasi strategis ini. Pembukaan layanan CT-Scan dan Foto Panoramic merupakan wujud komitmen kami menghadirkan layanan diagnostik berteknologi modern yang dapat diakses oleh seluruh lapisan masyarakat,” ujar dr. Tomy.

Ia menambahkan, dalam waktu dekat RSA Bojonegoro juga akan diperkuat dengan kehadiran dokter spesialis bedah jantung dan pembuluh darah (Sp.BTKV) serta sejumlah dokter spesialis lainnya.

“Insya Allah, penguatan sumber daya medis ini akan semakin meningkatkan kualitas pelayanan bagi peserta JKN dan masyarakat Bojonegoro,” pungkasnya.

Editor : Arika Hutama

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut