Mitos Patah Tulang Diurut Masih Dipercaya, Dokter Ingatkan Risikonya
BOJONEGORO, iNewsBojonegoro.id - Masyarakat diimbau lebih berhati-hati dalam menangani kasus patah tulang. Penanganan yang tidak tepat, seperti mengurut atau memijat area cedera, dinilai dapat memperparah kondisi pasien hingga memicu komplikasi serius.
Edukasi mengenai penanganan patah tulang tersebut dibahas dalam talkshow radio bertajuk “Mitos/Fakta, Patah Tulang Harus Selalu Dioperasi?” itu merupakan kerja sama Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) bersama Dinas Kesehatan Kabupaten Bojonegoro.
Hadir sebagai narasumber dr. Muhammad Wildan Faris, Sp. OT, Dokter Spesialis Orthopedi RSUD Sumberrejo Bojonegoro. Acara dipandu host Lia Yunita.
Dalam pemaparannya, dr. Faris menyebut masih banyak masyarakat yang mempercayai berbagai mitos terkait patah tulang. Salah satunya keyakinan bahwa cedera tulang harus diurut atau dipijat agar lebih cepat sembuh.
“Penanganan yang salah pada patah tulang dapat merusak saraf, pembuluh darah, hingga menyebabkan kecacatan permanen. Karena itu masyarakat perlu segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan apabila mengalami benturan keras atau cedera,” jelas dr. Faris.
Dia menjelaskan, tidak semua kasus patah tulang memerlukan tindakan operasi. Menurutnya, sejumlah kasus masih dapat ditangani dengan metode non-bedah, seperti pemasangan gips, bidai, maupun traksi, terutama jika posisi tulang masih stabil.
Namun, tindakan operasi tetap diperlukan pada kondisi tertentu. Di antaranya pada kasus patah tulang terbuka, pergeseran tulang yang cukup jauh, cedera yang disertai kerusakan jaringan lain, maupun patah tulang di area tertentu yang membutuhkan stabilitas lebih tinggi.
Selain itu, masyarakat juga diminta tidak menunda pemeriksaan medis meskipun rasa nyeri masih dapat ditahan. Sebab, keterlambatan penanganan berisiko membuat tulang menyatu tidak sempurna atau bahkan gagal menyatu.
“Sebaiknya, lakukan pemeriksaan media secepatnya menggunakan X-ray agar dokter dapat menentukan apakah cidera anda memerlukan operasi atau cukup ditangani secara konservatif,” tandasnya.
Melalui talkshow tersebut, Pemerintah Kabupaten Bojonegoro berharap masyarakat semakin memahami pentingnya penanganan medis yang tepat pada kasus patah tulang serta tidak mudah mempercayai mitos yang belum terbukti kebenarannya.
Editor : Arika Hutama