get app
inews
Aa Text
Read Next : Sopir Kelukan Susahnya Cari BBM Solar di Bojonegoro, Sejumlah SPBU Kehabisan Stok

Harga Pertamax Melonjak Signifikan, Pertamina Beberkan Alasannya

Rabu, 10 Juni 2026 | 14:17 WIB
header img
Warga saat membeli BBM di SPBU Pertamina. Foto: iNews Bjn

JAKARTA, iNewsBojonegoro.id – PT Pertamina Patra Niaga resmi menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) non-subsidi jenis Pertamax dan Pertamax Green mulai 10 Juni 2026. 

Harga BBM naik tersebut dilakukan setelah melalui evaluasi dan koordinasi dengan pemerintah sesuai ketentuan yang berlaku.

Berdasarkan informasi yang tercantum dalam situs resmi Pertamina, harga Pertamax (RON 92) naik dari Rp12.300 menjadi Rp16.250 per liter. Sementara Pertamax Green 95 (RON 95) meningkat dari Rp12.900 menjadi Rp17.000 per liter.

Di sisi lain, sejumlah produk BBM lainnya tidak mengalami perubahan harga. Pertamax Turbo (RON 98) tetap dijual Rp20.750 per liter, Dexlite (CN 51) bertahan di Rp23.000 per liter, dan Pertamina Dex (CN 53) tetap Rp24.800 per liter.

Untuk BBM bersubsidi, harga Pertalite masih dipertahankan sebesar Rp10.000 per liter, sedangkan Biosolar tetap Rp6.800 per liter.

Sekretaris Perusahaan Pertamina Patra Niaga, Roberth MV Dumatubun, mengatakan penyesuaian harga kedua produk BBM tersebut dilakukan sesuai formula harga yang telah ditetapkan pemerintah.

"Penyesuaian harga Pertamax dan Pertamax Green dilakukan setelah melalui proses evaluasi sesuai formula harga yang ditetapkan pemerintah," kata Sekretaris Perusahaan Pertamina Patra Niaga, Roberth MV Dumatubun.

Menurutnya, keputusan penyesuaian harga tersebut diambil setelah melalui koordinasi dengan pemerintah sebagai regulator. Evaluasi dilakukan secara berkala dengan mempertimbangkan perkembangan harga minyak dunia dan harga pasar keekonomian.

Roberth menegaskan bahwa kebijakan penyesuaian harga BBM non-subsidi tetap mengacu pada regulasi yang berlaku.

"Harga jual tersebut diputuskan dengan tetap dikoordinasikan dengan pemerintah sebagai regulator, dan menjadi bagian dari upaya menjaga keberlanjutan penyediaan energi dan distribusi BBM berkualitas bagi masyarakat terus berjalan optimal," ia menjelaskan.

Selain menjelaskan dasar penyesuaian harga, Pertamina juga memastikan ketersediaan pasokan BBM tetap terjaga di seluruh jaringan stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) milik perusahaan.

"Kami memastikan pasokan Pertamax dan Pertamax Green tetap aman serta tersedia di jaringan SPBU Pertamina," katanya.

Pertamina menyatakan distribusi BBM akan terus dilakukan secara optimal guna memenuhi kebutuhan masyarakat di berbagai daerah di Indonesia.

Editor : Dedi Mahdi

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut