get app
inews
Aa Text
Read Next : Dimulai Hari Ini, Sebanyak 1.479 Petugas Sensus Ekonomi Bakal Datangi Rumah Warga Bojonegoro

Tak Banyak yang Tahu, Cekungan Migas Jadi Senjata Utama Geopark Bojonegoro

Jum'at, 19 Juni 2026 | 12:49 WIB
header img
Tim dari KNKG dan BRIN saat meninjau lokasi Geopark Bojonegoro. (Foto: dok Pemkab)

BOJONEGORO, iNewsBojonegoro.id - Upaya Geopark Bojonegoro untuk meraih pengakuan sebagai Aspiring UNESCO Global Geopark (aUGGp) terus dipersiapkan secara intensif. Salah satu langkah yang dilakukan adalah menggelar kunjungan lapang pra validasi pada Kamis (18/6/2026), sebagai simulasi menghadapi proses evaluasi UNESCO.

Kegiatan tersebut melibatkan tim pendamping dari Komite Nasional Geopark Indonesia (KNGI), Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), serta sejumlah pemangku kepentingan terkait. Selain menjadi ajang evaluasi kesiapan lapangan, kegiatan ini juga digunakan untuk mengukur kualitas interpretasi dan pengelolaan situs geopark.

Rangkaian kegiatan diawali di Pusat Informasi Geologi (PIG) Geopark Bojonegoro. Di lokasi ini, peserta meninjau berbagai fasilitas pendukung sekaligus memperoleh paparan mengenai keragaman geologi (geodiversity), keanekaragaman hayati (biodiversity), sejarah kehidupan, serta informasi lain yang menjadi identitas Geopark Bojonegoro.

Dewan Pakar Komite Nasional Geopark Indonesia (KNGI), Rudy Suhendar, menilai narasi yang disampaikan di setiap situs perlu disusun lebih runtut dan mampu menonjolkan karakter khas yang dimiliki Bojonegoro.

"Bojonegoro memiliki karakter yang khas melalui cekungan migasnya. Ini perlu menjadi kekuatan yang ditampilkan dalam setiap penjelasan kepada pengunjung maupun asesor," ujarnya.

Masukan serupa juga disampaikan Prof. Hanang Samodra dari BRIN. Menurutnya, interpretasi geopark harus mampu menghubungkan aspek geologi, hayati, dan budaya dalam satu kesatuan cerita yang utuh.

"Ketiga unsur tersebut harus saling terhubung sehingga dapat memberikan pemahaman yang utuh mengenai nilai yang dimiliki Geopark Bojonegoro," jelasnya.

Setelah meninjau PIG, rombongan melanjutkan kunjungan ke Biosite Belimbing di Desa Ngringinrejo, Kecamatan Kalitidu. Kegiatan kemudian berlanjut ke Museum 13, Rumah Singgah Wonocolo, kawasan Teksas Wonocolo, hingga Formasi Wonocolo Hargomulyo.

Lokasi-lokasi tersebut merupakan bagian penting dari kawasan tambang minyak tradisional Bojonegoro sekaligus geosite unggulan yang merekam sejarah panjang industri perminyakan di daerah tersebut.

Di setiap titik kunjungan, dilakukan simulasi presentasi sebagaimana saat proses penilaian UNESCO berlangsung. Para pemandu geopark diberi kesempatan mempraktikkan penyampaian informasi mengenai nilai geologi, hayati, dan budaya secara sistematis agar mudah dipahami pengunjung maupun asesor internasional.

Pra validasi ini menjadi tahapan penting dalam mengukur kesiapan Geopark Bojonegoro menuju evaluasi aUGGp. Berbagai catatan dan rekomendasi dari tim pendamping diharapkan mampu memperkuat kualitas pengelolaan situs, memperkaya narasi interpretasi, serta menegaskan keunikan warisan geologi berbasis cekungan migas yang berpadu dengan kekayaan hayati dan budaya masyarakat lokal.

Editor : Arika Hutama

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut