Bupati Bojonegoro Lantik 504 ASN, Kepala Sekolah Diminta Jadi Fasilitator dan Evaluator
BOJONEGORO, iNewsBojonegoro.id - Pemerintah Kabupaten Bojonegoro melantik 504 aparatur sipil negara (ASN) dalam agenda Pelantikan dan Pengambilan Sumpah/Janji Jabatan bagi Kepala Sekolah dan Jabatan Fungsional Tertentu, Kamis (20/8/2026).
Pelantikan yang dipimpin Bupati Bojonegoro Setyo Wahono tersebut berlangsung di Pendopo Malowopati. Sejumlah peserta juga mengikuti prosesi secara virtual dari unit kerja masing-masing.
Dari 504 ASN yang dilantik, sebanyak 155 orang menduduki jabatan sebagai kepala sekolah, sedangkan 349 lainnya menempati jabatan fungsional.
Hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Bupati Bojonegoro Nurul Azizah, Sekretaris Daerah Kabupaten Bojonegoro Edi Susanto, serta jajaran asisten dan staf ahli bupati.
Dalam arahannya, Setyo Wahono menyampaikan selamat kepada para ASN yang mendapat amanah baru. Ia mengatakan pemerintah daerah berupaya menempatkan ASN pada lokasi penugasan yang tidak terlalu jauh dari tempat tinggal.
"Dari yang bergeser tempat penugasan diusahakan agar tidak jauh-jauh dari rumah. Maka kami berpesan kepada kepala sekolah karena tugas kepala sekolah bukanlah beban yang ringan," katanya.
Menurut Wahono, jabatan kepala sekolah memiliki tanggung jawab besar karena berkaitan langsung dengan kualitas pendidikan dan masa depan generasi mendatang.
Ia menilai tantangan pendidikan akan semakin kompleks seiring perubahan zaman. Dalam kondisi tersebut, kepala sekolah tidak hanya dituntut mampu mengelola satuan pendidikan, tetapi juga menjadi figur yang dapat menjadi panutan bagi guru dan siswa.
"Harus siap menjadi contoh, itu yang paling berat. Harus mampu menjadi fasilitator, memenuhi sarana prasarana untuk siswa," ujarnya.
Kepala Sekolah Diminta Jadi Evaluator
Wahono mengatakan kepala sekolah memiliki sejumlah peran penting dalam memastikan proses pendidikan berjalan dengan baik. Selain menjadi teladan, kepala sekolah harus mampu memberikan semangat kepada guru dan siswa.
Kepala sekolah juga dituntut dapat mengukur perkembangan peserta didik. Dengan demikian, evaluasi terhadap proses dan hasil pendidikan dapat dilakukan secara berkala.
Peran tersebut, kata Wahono, harus dibarengi dengan keteladanan dalam perilaku maupun ucapan. Sebab, kepala sekolah merupakan salah satu figur yang menjadi rujukan bagi warga sekolah.
Pemerintah Kabupaten Bojonegoro, lanjut dia, berkomitmen memberikan dukungan terhadap sektor pendidikan, baik melalui fasilitas maupun peningkatan kesejahteraan.
Namun, dukungan tersebut perlu diimbangi dengan kemampuan tenaga pendidik dan pengelola sekolah dalam mengikuti perubahan teknologi.
Perkembangan perangkat digital yang semakin pesat membuat sekolah dituntut beradaptasi. Menurut Wahono, satuan pendidikan memiliki peran penting dalam menyiapkan generasi yang mampu menghadapi perubahan tersebut.
"Selamat berjuang untuk generasi kita," imbuhnya.
Prosesi pelantikan berlangsung khidmat. Kegiatan diawali dengan pengambilan sumpah dan janji jabatan, kemudian dilanjutkan dengan penandatanganan berita acara pelantikan.
Pelantikan 504 ASN tersebut menjadi bagian dari penataan dan penguatan sumber daya aparatur di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bojonegoro, khususnya dalam mendukung pelayanan publik dan peningkatan kualitas pendidikan.
Editor : Dedi Mahdi