19 Hari Bergerak, PMI Bojonegoro Sudah Salurkan 190.000 Liter Air ke Wilayah Kekeringan
BOJONEGORO, iNewsBojonegoro.id - Dewan Kehormatan Palang Merah Indonesia PMI Provinsi Jawa Timur Ang Herman Anggrek bersama staf PMI Jatim turun langsung meninjau distribusi air bersih di Desa Tambakromo, Kecamatan Malo.
Peninjauan dilakukan untuk memastikan pelayanan kemanusiaan PMI berjalan efektif dan bantuan benar-benar dirasakan masyarakat.
Kehadiran rombongan PMI Jawa Timur tersebut disambut Ketua Dewan Kehormatan PMI Kabupaten Bojonegoro Herry Sudjarwo, Wakil Ketua PMI Bojonegoro Mardikun, Sekretaris PMI Kabupaten Bojonegoro Nova Nevilla, Wakil Sekretaris Nur Hamid, Ketua Bidang Pelayanan Bencana Mariyanto, serta Ketua Bidang Kemitraan dan Kerja Sama Agus Susetyo.
Di tengah musim kemarau, distribusi air bersih menjadi salah satu bentuk respons PMI terhadap warga yang mengalami keterbatasan air untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Selain menyalurkan air, PMI juga menyertakan edukasi mengenai kebersihan dan kesehatan dalam kegiatan pelayanan tersebut.
“Pelayanan sangat bagus, airnya sangat bagus juga sehingga masyarakat senang,” ujar Ang Herman Anggrek.
190.000 Liter Air Disalurkan
Koordinator Program Air Bersih PMI Kabupaten Bojonegoro Wahyu Theo Alfian mengatakan, distribusi air bersih telah berlangsung selama 19 hari hingga Sabtu (29/8/2026).
Selama pelaksanaan program, PMI telah menjangkau masyarakat di tujuh kecamatan. Total air bersih yang telah didistribusikan mencapai sekitar 190.000 liter.
Menurut Wahyu, kegiatan tersebut tidak sekadar ditujukan untuk memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat. Setiap penyaluran juga menjadi kesempatan bagi PMI untuk mengedukasi warga mengenai perilaku hidup bersih dan sehat.
“Selain kita mendistribusikan air bersih, kita juga melaksanakan promosi kebersihan dan kesehatan,” jelasnya.
Berkoordinasi dengan BPBD
Ketua Dewan Kehormatan PMI Kabupaten Bojonegoro Herry Sudjarwo mengatakan, kelancaran distribusi air bersih didukung koordinasi dengan berbagai pihak.
Salah satunya melalui kerja sama dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bojonegoro. Koordinasi dilakukan untuk menentukan titik-titik wilayah yang membutuhkan bantuan air bersih.
“Dalam pelaksanaan distribusi air bersih, pihaknya selalu berkoordinasi dengan BPBD terkait titik lokasi yang akan dituju, sehingga kolaborasi kegiatan distribusi air bersih bisa berjalan dengan lancar,” tuturnya.
Menurut PMI, koordinasi tersebut menjadi bagian penting agar distribusi bantuan dapat dilakukan secara tepat sasaran, terutama di wilayah yang mengalami keterbatasan pasokan air selama musim kemarau.
Dengan distribusi yang terus dilakukan serta edukasi kebersihan dan kesehatan, PMI Bojonegoro berupaya memastikan respons kemanusiaan selama musim kemarau tidak hanya memenuhi kebutuhan dasar masyarakat, tetapi juga meningkatkan kesadaran warga dalam menjaga kesehatan.
Editor : Arika Hutama