Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Jejak Peradaban Bojonegoro Dibuka di Museum Rajekwesi, Wabup: Generasi Muda Harus Kenal Sejarah
Advertisement . Scroll to see content

BMKG Sebut Angin Kencang hingga 48 Km Per Jam Berpotensi Melanda Jatim 2-3 Hari, Termasuk Bojonegoro

Minggu, 13 September 2026 | 15:56 WIB
  • author D. AL Mahdi
BMKG Sebut Angin Kencang hingga 48 Km Per Jam Berpotensi Melanda Jatim 2-3 Hari, Termasuk Bojonegoro
Ilustrasi sebuah desa sedang dilanda angin kencang. (Foto: Ist)

SURABAYA, iNewsBojonegoro.id - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Kelas I Juanda mengingatkan masyarakat terhadap potensi peningkatan kecepatan angin di sejumlah wilayah Jawa Timur pada 12-14 September 2026.

Peningkatan kecepatan angin tersebut berpotensi mengganggu aktivitas masyarakat. Berdasarkan hasil pemantauan pada Sabtu (12/9/2026), kecepatan angin maksimum mencapai 48 kilometer per jam.

Angka tersebut meningkat dibandingkan hari sebelumnya. Adapun kecepatan angin secara umum berada pada kisaran 10-20 kilometer per jam.

BMKG memprakirakan peningkatan kecepatan angin terjadi di sejumlah wilayah, termasuk Kabupaten Bojonegoro. Daerah lain yang berpotensi terdampak antara lain Banyuwangi, Batu, Bondowoso, Jember, Kediri, Magetan, Pasuruan, Mojokerto, Blitar.

Jombang, Malang, Lumajang, Nganjuk, Ngawi, Ponorogo, Probolinggo, Sampang, Situbondo, Tuban, Tulungagung, Lamongan, Madiun, Sidoarjo, Bangkalan, Gresik, Surabaya, Pamekasan, Sumenep, Trenggalek, Pacitan, serta sejumlah wilayah kota lainnya di Jawa Timur.

Kepala BMKG Juanda Taufiq Hermawan menjelaskan, sebagian besar wilayah Jawa Timur saat ini masih berada pada puncak musim kemarau.

"Berdasarkan hasil pengamatan pada 12 September 2026, peningkatan kecepatan angin dipengaruhi perbedaan tekanan udara yang cukup besar antara wilayah Australia bagian timur dan wilayah dekat ekuator," jelasnya.

Kondisi tersebut mendorong penguatan aliran angin timuran dari Australia menuju Pulau Jawa, khususnya Jawa Timur.

Peningkatan kecepatan angin yang berpotensi berdampak terhadap aktivitas masyarakat diprakirakan berlangsung selama dua hingga tiga hari ke depan.

BMKG Juanda mengimbau masyarakat dan instansi terkait meningkatkan kewaspadaan, terutama pada siang hingga sore hari ketika potensi angin kencang lebih besar.

"Saat angin bertiup kencang, masyarakat diminta menghindari lokasi yang berisiko. Warga juga disarankan tidak berdiri atau memarkir kendaraan di bawah pohon rindang, baliho, maupun bangunan yang rapuh," tambah Taufiq, dalam keterangan tertulis yang disampaikan.

Pengendara Diminta Waspada

Peningkatan kecepatan angin juga perlu diantisipasi pengguna jalan. Pengendara sepeda motor maupun pengemudi kendaraan yang melintas di jalan tol dan jembatan terbuka diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap dorongan angin dari samping.

Kondisi tersebut dapat memengaruhi kestabilan kendaraan, terutama pada kendaraan yang melaju di ruang terbuka. Salah satu lokasi yang perlu mendapat perhatian adalah Jembatan Suramadu.

BMKG juga mengingatkan masyarakat untuk menghindari aktivitas pembakaran sampah maupun kegiatan lain yang menggunakan api. Angin kencang dapat membuat api lebih cepat menyebar dan sulit dikendalikan.

Bagi masyarakat yang berada di taman hiburan, BMKG menyarankan untuk menghindari wahana yang memiliki risiko terdampak angin kencang, seperti gondola dan bianglala.

Pekerja proyek luar ruangan, terutama yang bekerja di gedung-gedung tinggi seperti pembersih jendela, juga diminta menghentikan sementara aktivitas ketika angin bertiup kencang. Langkah tersebut diperlukan untuk mencegah kecelakaan kerja.

Nelayan Diminta Waspadai Gelombang Tinggi

Potensi angin kencang juga perlu diperhatikan nelayan dan pengguna perahu kecil. BMKG mengingatkan bahwa angin kencang dapat memicu peningkatan gelombang laut yang berpotensi membahayakan keselamatan.

Nelayan dan pengguna perahu kecil diimbau menunda aktivitas melaut apabila kondisi cuaca dan gelombang tidak memungkinkan.

BMKG Juanda meminta masyarakat terus memantau perkembangan cuaca melalui kanal informasi resmi. Kondisi cuaca terkini dapat dipantau melalui citra radar cuaca WOFI.

Informasi peringatan dini tiga harian dan peringatan dini dua hingga tiga jam ke depan juga disampaikan melalui kanal resmi BMKG Juanda.

Masyarakat dapat memperoleh informasi melalui situs resmi BMKG Juanda dan media sosial @infobmkgjuanda. Layanan informasi juga tersedia melalui telepon 24 jam (031) 8668989 dan WhatsApp 0895800300011.

Editor: Arika Hutama

Related News

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut