Alarm Kemiskinan Bojonegoro, 122 Desa Masuk Kuadran Merah

Arika H.
Dekan Fisip Unigoro Ahmad Taufiq saat pemaparan hasil kajian. (Foto: iNews Bojonegoro).

BOJONEGORO, iNewsBojonegoro.id - Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan (TKPK) Kabupaten Bojonegoro menggelar diseminasi dokumen Rencana Penanggulangan Kemiskinan Daerah (RPKD) Kabupaten Bojonegoro Tahun 2025–2029, Rabu (24/12/2025). Dokumen strategis tersebut disusun oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Universitas Bojonegoro (Unigoro).

Dalam diseminasi itu, tim penyusun memaparkan rekomendasi program prioritas sekaligus pemetaan wilayah prioritas penanggulangan kemiskinan. 

Hasil kajian menunjukkan sebanyak 122 desa di Bojonegoro masuk dalam kategori kuadran merah, yakni desa dengan tingkat kesejahteraan di bawah 40 persen.

Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Unigoro, Dr. Ahmad Taufiq, S.Hi., M.Si., menjelaskan bahwa wilayah penanggulangan kemiskinan dibagi ke dalam empat kuadran. 

Kuadran merah menunjukkan kondisi sangat miskin, kuadran kuning miskin, kuadran hijau rentan miskin, dan kuadran biru relatif sejahtera.

“Berdasarkan hasil kajian, terdapat 122 desa yang masuk kuadran merah atau sangat miskin. Setiap desa memiliki karakteristik dan persoalan kemiskinan yang berbeda,” ujar Taufiq saat ditemui di Kampus Unigoro, Senin (29/12/2025).

Dia mencontohkan Desa Kedungrejo, Kecamatan Sumberrejo, yang memiliki sedikitnya sembilan permasalahan kemiskinan, mulai dari aspek konsumsi, kesehatan, pendidikan, hingga infrastruktur. 

Namun demikian, desa tersebut juga memiliki potensi produktivitas yang cukup baik di sektor pertanian padi.

Editor : Dedi Mahdi

Halaman Selanjutnya
Halaman : 1 2

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network