BOJONEGORO, iNewsBojonegoro.id - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro berencana melakukan revitalisasi sejumlah ruang publik dan pusat aktivitas ekonomi di wilayah Kota Bojonegoro pada tahun 2026.
Sedikitnya tiga lokasi menjadi prioritas penataan, yakni Alun-alun Kota Bojonegoro, Pasar Kota Bojonegoro, dan Taman Rajekwesi yang berada di Jalan Rajekwesi.
Bupati Bojonegoro Setyo Wahono menyampaikan bahwa revitalisasi tersebut bertujuan memperbaiki wajah kota sekaligus menguatkan fungsi ruang publik dan ekonomi masyarakat.
Menurutnya, alun-alun, pasar, dan taman memiliki peran strategis sebagai pusat interaksi sosial dan penggerak ekonomi lokal.
“Alun-alun adalah wajah kota, sementara pasar dan taman merupakan ruang gerak ekonomi dan sosial masyarakat. Tentu ini bukan satu-satunya pembangunan, semua akan dijalankan sesuai dengan prioritas yang telah disusun,” ujar Setyo Wahono.
Dari tiga lokasi yang direncanakan direvitalisasi, penataan Pasar Kota Bojonegoro menjadi sorotan utama. Pasalnya, pasar tersebut sebelumnya sempat direncanakan untuk direlokasi pada masa kepemimpinan Bupati Anna Mu’awanah.
Namun rencana tersebut mendapat penolakan dari para pedagang.
Selain itu, revitalisasi Pasar Kota Bojonegoro juga menjadi salah satu janji kampanye pasangan Setyo Wahono–Nurul Azizah pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024 lalu.
Karena itu, rencana penataan pasar dinilai sebagai bagian dari realisasi komitmen politik kepala daerah terpilih.
Rencana revitalisasi tiga lokasi tersebut turut memantik beragam respons dari masyarakat.
Warga menyampaikan harapan dan masukan melalui kolom komentar media sosial Bupati Bojonegoro, setelah ia mengunggah kegiatan rapat bersama sejumlah pihak terkait rencana penataan kawasan tersebut.
“Semoga Alun-alun Bojonegoro bisa bersih seperti alun-alun Tuban, tertata rapi, dan tidak ada pengemis, pengamen, maupun parkir liar,” tulis akun Cahyono Ahmad.
Sementara itu, warga lainnya menyoroti aspek lingkungan. “Yang penting pohonnya jangan ditebangi,” tulis akun @zounXXX.
Pemkab Bojonegoro diharapkan dapat menampung aspirasi masyarakat dalam proses perencanaan revitalisasi, agar pembangunan tidak hanya memperindah kota, tetapi juga tetap ramah lingkungan dan berpihak pada kepentingan warga.
Editor : Arika Hutama
Artikel Terkait
