BOJONEGORO, iNewsBojonegoro.id - Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Bojonegoro (Unigoro) menggelar kuliah umum bertema kolaborasi pemangku kepentingan dalam manajemen pelayanan wisata di Gedung Mayor Sogo, Senin (12/1/26).
Kegiatan ini menghadirkan dosen asing asal Sudan, Dr. Hussein Gibreel Musa Salih, BA., M.Ikom., sebagai pemateri utama.
Dekan FISIP Unigoro, Dr. Ahmad Taufiq, S.Hi., M.Si., mengatakan kehadiran akademisi internasional merupakan langkah strategis untuk memperluas wawasan mahasiswa melalui perspektif global.
Hal tersebut sejalan dengan misi Unigoro 2026 untuk menuju internasionalisasi di bidang pendidikan.
“Meskipun ini merupakan momen pertama FISIP Unigoro menghadirkan dosen dari luar negeri, kami optimistis kegiatan ini dapat menambah nilai keilmuan mahasiswa, khususnya dalam bidang pelayanan publik,” ujarnya.
Dalam pemaparannya, Dr. Hussein menyoroti kuatnya peran electronic word of mouth (e-WOM) dalam membentuk citra dan keputusan masyarakat terhadap destinasi wisata.
Ia menilai, masyarakat Indonesia saat ini banyak mengakses informasi pariwisata melalui media sosial, terutama TikTok, termasuk dari konten yang dibuat para influencer.
Namun demikian, menurutnya, kepercayaan publik justru lebih besar pada pengalaman langsung pengunjung lain yang dibagikan melalui ulasan di media sosial.
“e-WOM memiliki kekuatan besar dalam membentuk opini publik. Pemerintah daerah boleh saja memiliki regulasi pengelolaan wisata yang baik, tetapi jika ulasan di media sosial buruk, maka citra destinasi tersebut ikut buruk,” jelas akademisi University of Geneina, Sudan, Afrika Utara.
Ia menegaskan pentingnya kolaborasi antarpemangku kepentingan dalam pengelolaan destinasi wisata guna meningkatkan kepuasan pengunjung.
Pembenahan harus dilakukan secara menyeluruh, mulai dari layanan akomodasi, transportasi, atraksi wisata, akses informasi, keamanan, hingga keramahan terhadap wisatawan.
“Seluruh layanan harus terintegrasi. Misalnya, kemudahan akses informasi dapat dilihat dari ketersediaan papan penunjuk arah menuju lokasi wisata, jarak tempuh dari pusat kota, serta ketersediaan transportasi umum, seperti menuju objek wisata Khayangan Api di Bojonegoro,” paparnya.
Kuliah umum yang dimoderatori oleh Faridatul Istighfaroh, S.Pd., M.Pd., tersebut berlangsung interaktif meski menggunakan pengantar Bahasa Inggris.
Mahasiswa FISIP Unigoro aktif menyampaikan pandangan dan argumen terkait manajemen pelayanan wisata di Indonesia.
Editor : Arika Hutama
Artikel Terkait
