Berdasarkan hasil pendataan sementara, banjir luapan Sungai Tidu menggenangi 50 rumah warga yang tersebar di beberapa RT dan RW di Desa Pragelan. Rinciannya meliputi RT 3 sebanyak 5 rumah, RT 4 sebanyak 7 rumah, RT 5 sebanyak 1 rumah, RT 6 sebanyak 8 rumah, RT 7 sebanyak 16 rumah, serta RT 8 sebanyak 13 rumah yang berada di RW 1 dan RW 2.
Selain permukiman, banjir juga berdampak pada area persawahan seluas kurang lebih 10 hektare. Lahan tersebut ditanami padi berusia sekitar 40 hari serta tanaman bawang merah (brambang) berusia sekitar 25 hari yang terendam air.
“Untuk kondisi terkini, hingga pukul 21.45 WIB air sudah surut dan warga masih bertahan serta menempati rumah masing-masing,” tambah Heru.
Dalam penanganan kejadian ini, BPBD Bojonegoro berkoordinasi dengan Perangkat Desa Pragelan dan Satpol PP Kecamatan Gondang guna memastikan situasi tetap kondusif serta memantau dampak lanjutan akibat banjir.
Diwaktu yang bersamaan, banjir luapan kali gandong juga merendam ratusan rumah dan fasilitas publik diantaranya puskesmas di Desa, Kecamatan Gondang. Jalan utama penghubung antara Gondang dan Sekar sempat lumpuh.
BPBD mengimbau masyarakat, khususnya yang tinggal di wilayah rawan banjir, agar tetap waspada terhadap potensi hujan susulan dan luapan sungai, mengingat cuaca ekstrem masih berpotensi terjadi.
Editor : Dedi Mahdi
Artikel Terkait
