Diuji Tiga OPD Pemkab Bojonegoro, KKN Tematik Unigoro Fokus Pemberdayaan Kawasan Hutan

Arik T.P
Disbudpar, Bappeda, dan BRIDA Bojonegoro saat menguji proposal KKN TK Unigoro. (Foto: iNews Bjn)

BOJONEGORO, iNewsBojonegoro.id – Universitas Bojonegoro (Unigoro) mulai mematangkan pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata Tematik Kolaboratif (KKN TK) 2026 melalui seminar pengujian proposal program kerja mahasiswa.

Sebanyak 21 kelompok peserta KKN mengikuti tahapan tersebut dengan melibatkan penguji dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar), Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda), serta Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Kabupaten Bojonegoro, Jumat (3/7/2026).

Seminar yang diselenggarakan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Unigoro itu berlangsung serentak di empat lokasi, yakni Ruang Adu Ide Rektorat Unigoro dan ruang Modern Class Fakultas Sains dan Teknik.

Setiap kelompok memperoleh waktu satu jam untuk mempresentasikan rencana program kerja yang akan dilaksanakan selama KKN.

Ketua LPPM Unigoro, Dr. Laily Agustina R., S.Si., M.Sc., menjelaskan bahwa setiap proposal dinilai oleh dua penguji, yakni dari internal kampus dan instansi pemerintah.

"Setiap kelompok akan diuji oleh dua penguji. Penguji internal dari Unigoro, serta penguji eksternal dari Disbudpar, Bappeda, dan BRIDA Bojonegoro," ucapnya.

Menurut Dr. Laily, keterlibatan penguji eksternal bertujuan memastikan program yang disusun mahasiswa selaras dengan arah pembangunan daerah.

Hal tersebut sejalan dengan tema KKN tahun ini yang berfokus pada pemberdayaan masyarakat di kawasan hutan bagian selatan Kabupaten Bojonegoro.

"Sehingga program-program yang dipaparkan oleh setiap kelompok apakah sudah in line (selaras, Red) dengan programnya pemerintah. Sekaligus apakah juga mampu menjawab persoalan masyarakat di lokasi KKN," imbuh Laily.

Dalam proses penilaian, penguji menitikberatkan pada sistematika penyusunan proposal, relevansi program kerja, serta luaran yang dihasilkan. Laily berharap setiap kelompok tidak hanya memberikan manfaat bagi masyarakat, tetapi juga menghasilkan karya ilmiah yang bernilai akademik.

"Khususnya output tentang publikasi artikel di jurnal bereputasi dan HaKI (Hak Kekayaan Intelektual) atas karya-karya yang diciptakan. Karena itu akan memberikan penilaian tersendiri bagi mahasiswa maupun dosen pendamping lapangan," jelas Dosen Program Studi Ilmu Lingkungan Unigoro tersebut.

Pelaksanaan KKN TK Unigoro 2026 dijadwalkan berlangsung di 11 kecamatan yang berada di sekitar kawasan hutan, yakni Kedungadem, Sugihwaras, Temayang, Gondang, Bubulan, Ngasem, Sekar, Ngraho, Tambakrejo, Margomulyo, dan Bojonegoro.

Sementara itu, Kepala Disbudpar Kabupaten Bojonegoro, Elzadeba Agustina, SH., M.Kes., mengapresiasi berbagai gagasan yang disampaikan mahasiswa. Ia berharap program yang dirancang mampu memperkuat kolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Bojonegoro sekaligus memberikan solusi nyata bagi masyarakat.

"Identifikasi potensi lokal harus dikaji lebih mendalam, sebelum menuju goal pemberdayaan masyarakat dan berkelanjutan. Saya berharap, mahasiswa ikut aktif dan berkontribusi menyelesaikan masalah di desa sesuai dengan kapasitasnya," tukasnya.

Editor : Arika Hutama

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network