BOJONEGORO, iNewsBojonegoro.id - Kawasan Taman Rajekwesi di Kabupaten Bojonegoro akan memiliki wajah baru. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro menyiapkan penataan menyeluruh kawasan yang berada di sisi pintu masuk kota dari arah Jetak tersebut.
Penataan dilakukan untuk memperkuat fungsi Taman Rajekwesi sebagai salah satu wajah perkotaan sekaligus ruang publik bagi masyarakat. Pemerintah juga akan menghadirkan fasilitas yang mengakomodasi kegiatan ekonomi kerakyatan.
Melalui Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Cipta Karya (PKPCK) Kabupaten Bojonegoro, Pemkab mengalokasikan anggaran Rp18,8 miliar dari APBD Bojonegoro 2026.
Penataan kawasan tersebut menyasar lahan seluas sekitar 10.000 meter persegi. Salah satu fasilitas utama yang dibangun adalah gedung serbaguna dua lantai di atas lahan seluas 1.023 meter persegi.
Gedung tersebut dirancang memiliki sejumlah fasilitas yang mendukung aktivitas masyarakat. Pada lantai pertama terdapat teras, lobi, Galeri Dekranasda, aula, ruang kurasi atau ruang penambahan kapasitas masyarakat, kantor, toilet pria, wanita dan disabilitas, gudang, serta mushola.
Sementara lantai dua dilengkapi balkon, foodcourt yang terdiri atas lima unit, serta toilet.
Selain pembangunan gedung, penataan juga mencakup trotoar di sisi utara dan pembenahan lanskap taman. Dengan demikian, kawasan tersebut tidak hanya memiliki bangunan baru, tetapi juga ditata secara menyeluruh agar lebih tertib dan nyaman.
"Kawasan Taman Rajekwesi perlu ditata kembali karena wilayah itu termasuk pintu masuk masyarakat yang melewati Bojonegoro, salah satu sisi wajah perkotaan. Tentunya tetap mengusung identitas lokal dan ekonomi kerakyatan," ujar Kepala Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Cipta Karya Kabupaten Bojonegoro Satito Hadi.
Menurut Pemkab, penataan kawasan Taman Rajekwesi menjadi bagian dari komitmen menghadirkan fasilitas publik yang bersih, representatif, dan ramah bagi masyarakat.
Keberadaan fasilitas tersebut juga diarahkan untuk menciptakan ruang publik yang dapat dimanfaatkan masyarakat sekaligus meninggalkan jejak pembangunan yang berkelanjutan.
Dengan penataan kawasan secara menyeluruh, Taman Rajekwesi diharapkan tidak hanya menjadi ruang terbuka, tetapi juga menjadi kawasan multifungsi yang mampu mendukung aktivitas masyarakat dan perekonomian lokal.
Telah Direncanakan Sejak 2025
Penataan Taman Rajekwesi bukan merupakan rencana baru. Pemkab Bojonegoro telah membahas rencana tersebut sejak tahun 2025.
Pada 7 Mei 2025, Bupati Bojonegoro Setyo Wahono bersama Wakil Bupati Nurul Azizah, sejumlah kepala organisasi perangkat daerah (OPD), serta para pedagang di kawasan Taman Rajekwesi menggelar kegiatan NGOPI (Ngobrol Bareng Pak Bupati).
Kegiatan tersebut berlangsung di Taman Rajekwesi. Dalam kesempatan itu, Pemkab Bojonegoro menyampaikan rencana penataan kawasan agar taman tersebut menjadi lebih indah sekaligus memiliki fungsi yang lebih beragam.
Kini, rencana tersebut mulai diwujudkan melalui pembangunan gedung serbaguna, penataan trotoar, dan pembenahan lanskap di kawasan Taman Rajekwesi.
Penataan ini diharapkan dapat memperbaiki kualitas ruang publik sekaligus memberikan kesan yang lebih representatif bagi masyarakat yang memasuki Kabupaten Bojonegoro dari arah Jetak.
Editor : Arika Hutama
Artikel Terkait
