BOJONEGORO, iNewsBojonegoro.id - Pengakuan Geopark Bojonegoro sebagai UNESCO Global Geopark (UGGp) tidak lepas dari kontribusi berbagai pihak, termasuk Universitas Bojonegoro (Unigoro).
Perguruan tinggi tersebut mengambil peran strategis melalui riset, pendampingan masyarakat, hingga penyediaan tenaga ahli untuk mendukung pengembangan kawasan geopark.
Geopark Bojonegoro resmi berstatus Accepted atau diterima sebagai UNESCO Global Geopark berdasarkan hasil Sidang Dewan UNESCO Global Geopark ke-11 yang berlangsung di Paris, Prancis, pada 2 November 2026.
Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Unigoro, Dr. Laily Agustina R., S.Si., M.Sc., mengatakan, kampusnya telah terlibat dalam perjalanan Geopark Bojonegoro sejak tahap awal.
Dukungan tersebut diwujudkan melalui kegiatan penelitian sejak 2020, program Kuliah Kerja Nyata (KKN) pada 2024-2026, serta penyediaan tenaga ahli di bidang keanekaragaman hayati.
“Unigoro sangat berkomitmen mengawal perjalanan Geopark Bojonegoro dari awal hingga akhir proses. Termasuk memberikan dukungan untuk pengurusan legalitas pengelolaan situs, serta pendampingan masyarakat terutama pokdarwis dan UMKM,” ungkap wanita yang menjabat sebagai Ketua LPPM Unigoro, Rabu (4/11/2026).
Menurut Laily, pendampingan secara resmi berdasarkan surat keputusan (SK) telah berlangsung sejak 2025. Namun, keterlibatan Unigoro dalam pengembangan geopark sudah dilakukan beberapa tahun sebelumnya.
Salah satu bentuk kontribusinya adalah mengerahkan ratusan mahasiswa melalui program KKN untuk memetakan potensi kawasan, melakukan transfer pengetahuan, serta menghasilkan berbagai karya nyata guna mengoptimalkan pengelolaan geopark.
Upaya tersebut juga diperkuat melalui kolaborasi dengan sejumlah mitra, di antaranya ExxonMobil Cepu Limited (EMCL) dan Pertamina EP Sukowati Field.
Selain pengembangan potensi kawasan, Unigoro turut mendorong peningkatan kesadaran masyarakat dalam menjaga kekayaan alam dan budaya yang menjadi bagian dari warisan geopark.
“Kami berupaya melakukan edukasi untuk mengubah pola pikir masyarakat dalam menjaga warisan geologi, biologi, dan budaya,” timpalnya.
Dosen Program Studi Ilmu Lingkungan Unigoro itu menilai, pengakuan UNESCO Global Geopark menjadi peluang besar bagi Bojonegoro untuk memperluas eksistensinya di tingkat internasional.
Predikat tersebut juga diharapkan mampu membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat lokal, terutama melalui pengembangan sektor geowisata.
Laily optimistis, pengakuan internasional itu akan mendorong semakin banyak pihak berkunjung ke Bojonegoro, baik untuk berwisata maupun kepentingan pendidikan dan penelitian.
“Dengan meningkatnya kunjungan berbagai pihak dari dalam maupun luar negeri untuk datang, melihat, belajar atau bahkan meneliti tentang keunikan geologi yang ada di Geopark Bojonegoro,” pungkas Laily.
Editor : Arika Hutama
Artikel Terkait
