BOJONEGORO, iNewsBojonegoro.id - Setelah dilakukan pencarian selama tiga hari, seorang nenek bernama Gami (75), warga Dusun Ngandong, Desa Nglebak, Kecamatan Kradenan, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.
Korban ditemukan di Sungai Bengawan Solo, tepatnya di area Bendung Gerak, Desa Ngringinrejo, Kecamatan Kalitidu, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, Rabu (21/1/2026) petang.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bojonegoro, Heru Wicaksi, menjelaskan bahwa penemuan korban merupakan hasil pencarian Tim SAR Gabungan yang melibatkan BPBD Kabupaten Blora dan BPBD Kabupaten Bojonegoro.
“Korban atas nama Gami, warga Desa Nglebak, Kecamatan Kradenan, Kabupaten Blora, ditemukan dalam keadaan meninggal dunia di Bendung Gerak Bojonegoro,” ujar Heru Wicaksi melalui keterangan pers.
Usai ditemukan, jenazah korban segera dievakuasi oleh petugas dan dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr R Sosodoro Djatikoesoemo Bojonegoro untuk dilakukan visum guna kepentingan medis dan administrasi.
“Setelah proses visum selesai, jenazah korban langsung diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan,” tambahnya.
Sebelumnya, Gami dilaporkan tenggelam pada Minggu malam (18/1/2026) di Sungai Bengawan Solo, wilayah Desa Nglebak, Kecamatan Kradenan, Kabupaten Blora. Berdasarkan keterangan yang dihimpun, korban saat itu pergi ke sungai dengan maksud buang air besar (BAB).
Namun diduga korban terpeleset saat berada di tepi sungai, sehingga terjatuh ke aliran Bengawan Solo dan tidak kembali ke rumah. Warga yang mengetahui kejadian tersebut segera melaporkannya kepada pihak berwenang.
Sejak laporan diterima, Tim SAR Gabungan bersama warga dan aparat setempat melakukan upaya pencarian menyusuri aliran Sungai Bengawan Solo. Hingga akhirnya, pada Rabu sore sekitar pukul 17.30 WIB, jasad korban ditemukan sekitar puluhan kilometer dari lokasi awal kejadian, tepatnya di wilayah Kabupaten Bojonegoro.
Dengan ditemukannya korban, operasi pencarian resmi dihentikan dan seluruh unsur SAR kembali ke satuan masing-masing.
Editor : Dedi Mahdi
Artikel Terkait
