BOJONEGORO, iNewsBojonegoro.id - Edukasi seksual komprehensif dinilai menjadi langkah strategis dalam melindungi generasi muda di tengah derasnya arus informasi digital. Hal itu mengemuka dalam talkshow yang digelar Pemkab Bojonegoro. Acara yang berlangsung pada jumat (13/2) ini menghadirkan unsur tenaga kesehatan dan psikolog untuk membahas pentingnya pendidikan seks yang tepat bagi anak dan remaja.
Kegiatan yang berlangsung di Radio Malowopati Pemkab Bojonegoro tersebut menghadirkan dua narasumber, yakni dr. Lucky Imroah selaku Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan serta Hayyin Mubarok, psikolog dari RS Aisyiyah Bojonegoro.
Dalam dialog, dr. Lucky menegaskan bahwa edukasi seksual bukanlah upaya mengajarkan hal negatif, melainkan memberikan pemahaman tentang kesehatan reproduksi, perlindungan diri, serta tanggung jawab terhadap tubuh sendiri. Menurutnya, bekal pengetahuan yang benar akan membantu remaja mengambil keputusan yang aman dan terarah.
Ia menjelaskan, pendidikan seksual perlu diberikan secara bertahap sesuai usia anak. Materinya dapat dimulai dari pengenalan anggota tubuh, pentingnya menjaga kebersihan diri, hingga pemahaman mengenai relasi yang sehat dan batasan pribadi.
“Peran sekolah dan tenaga kesehatan sangat penting dalam menyampaikan informasi yang ilmiah dan tidak menyesatkan. Dengan begitu, anak dan remaja memiliki fondasi kuat dalam menghadapi perkembangan zaman dan arus informasi digital,” ujarnya.
Sementara itu, Hayyin Mubarok menyoroti peran sentral keluarga dalam proses edukasi. Menurutnya, komunikasi terbuka antara orang tua dan anak menjadi kunci agar anak tidak mencari informasi dari sumber yang keliru.
“Anak yang merasa didengar dan dihargai cenderung lebih percaya diri untuk menyampaikan pertanyaan atau masalah yang dihadapi. Orang tua harus menjadi sumber utama pendidikan karakter, termasuk dalam menanamkan nilai tanggung jawab, penghormatan terhadap diri sendiri, serta kemampuan mengatakan ‘tidak’ pada hal-hal yang berisiko,” jelasnya.
Edukasi seksual komprehensif juga dinilai berperan dalam mencegah pernikahan dini, kekerasan seksual, dan penyakit menular seksual. Melalui pendekatan yang tepat, masyarakat diharapkan semakin terbuka dalam membimbing generasi muda.
Para narasumber sepakat, masa remaja merupakan fase krusial yang menentukan arah masa depan. Remaja didorong untuk mengisi masa tersebut dengan aktivitas positif agar dapat tumbuh menjadi generasi yang sehat, tangguh, dan bertanggung jawab.
Editor : Dedi Mahdi
Artikel Terkait
