Hasil Sidang Dewan UNESCO di Paris Jadi Tonggak Penting Perjalanan Geopark Bojonegoro

Arik Tri P
Tim Asesor dari UNESCO Global Gepark, saat meninjau lokasi atas angin Bojonegoro. (Foto: iNews Bjn)

BOJONEGORO, iNewsBojonegoro.id - Geopark Bojonegoro semakin dekat mendapatkan pengakuan internasional. Dewan UNESCO Global Geopark (UGG) ke-11 secara aklamasi merekomendasikan kawasan geopark di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, untuk ditetapkan sebagai bagian dari jaringan UNESCO Global Geopark (UGGp).

Rekomendasi tersebut disepakati seluruh anggota Dewan UGG dalam sidang yang berlangsung di Paris, Prancis, Senin (2/11/2026). Seluruh anggota memberikan dukungan suara bulat atau unanimous terhadap usulan Geopark Bojonegoro.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Bojonegoro Helmy Elisabeth menjelaskan, dalam sidang tersebut usulan Geopark Bojonegoro memperoleh status Accepted atau diterima.

"Usulan Geopark Bojonegoro diterima (accepted) oleh Dewan UNESCO Global Geopark dengan dukungan suara bulat (unanimous). Hasil ini merupakan rekomendasi Dewan UGG untuk penetapan Geopark Bojonegoro sebagai UNESCO Global Geopark," jelas Helmy Elisabeth, Selasa (3/11/2026).

Pemerintah Kabupaten Bojonegoro mengikuti jalannya sidang secara daring dari Ruang Batik Madrim, Gedung Pemerintah Kabupaten Bojonegoro. Hasil tersebut menjadi tonggak penting dalam proses pengajuan Geopark Bojonegoro menuju pengakuan internasional.

Dalam evaluasinya, Dewan UGG memberikan apresiasi terhadap nilai warisan geologi Bojonegoro yang dinilai memiliki arti penting di tingkat internasional. Dua aspek yang mendapat perhatian khusus adalah keunikan struktur tektonik dan sejarah perminyakan (petroleum history) di wilayah tersebut.

Selain kekayaan geologi, penilaian juga mempertimbangkan keterlibatan aktif masyarakat dalam pengembangan geopark. Sinergi pemerintah daerah dengan berbagai pemangku kepentingan, visibilitas kawasan, serta kualitas pengelolaan geopark turut mendapat apresiasi.

Status Accepted tersebut menunjukkan hasil evaluasi yang positif. Meski demikian, rekomendasi Dewan UGG masih menjadi tahapan menuju penetapan resmi sebagai UNESCO Global Geopark melalui mekanisme selanjutnya di lingkungan UNESCO.

Geopark Bojonegoro sendiri memiliki kekayaan warisan alam dan budaya yang tersebar di sejumlah wilayah. Kawasan ini terdiri atas 20 geosite, tiga biosite, dan delapan cultural site yang merepresentasikan warisan geologi, keanekaragaman hayati, serta kebudayaan lokal.

Sejumlah geosite unggulan yang menjadi daya tarik di antaranya Teksas Wonocolo, Kayangan Api, Kedung Lantung, Antiklin Kawengan, Negeri Atas Angin, Formasi Wonocolo, Formasi Bulu Beji, dan Banyu Kuning.

Sementara itu, kekayaan budaya Bojonegoro juga tercermin melalui keberadaan Kampung Samin dan kesenian Wayang Thengul yang menjadi bagian dari identitas masyarakat setempat.

Rekomendasi tersebut sekaligus menjadi tanggung jawab bagi pemerintah daerah dan masyarakat untuk menjaga keberlanjutan kawasan geopark. Pelestarian warisan geologi, keanekaragaman hayati, dan budaya lokal perlu terus diperkuat melalui pengelolaan yang berkelanjutan dan edukatif.

Dengan dukungan bulat Dewan UNESCO Global Geopark, Geopark Bojonegoro kini semakin dekat masuk dalam jaringan geopark dunia. Capaian ini diharapkan dapat memperluas pengenalan potensi daerah sekaligus memberikan manfaat ekonomi, pendidikan, dan sosial bagi masyarakat Bojonegoro.

Editor : Arika Hutama

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network