get app
inews
Aa Text
Read Next : Menkeu Purbaya Ancam Rumahkan Seluruh Pegawai Bea Cukai, Jika Kinerja Tak Membaik dalam Setahun

Tepis Isu Kas Negara Menipis, Menkeu Purbaya: Uang Kita Masih Banyak

Sabtu, 25 April 2026 | 08:33 WIB
header img
Menteri Keuangan RI Purbaya Yudhi Sadewa. (Foto: Dok. Kemenkeu).

JAKARTA, iNewsBojonegoro.id - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa memastikan kondisi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tetap kuat dan mampu menopang berbagai program pemerintah sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.

Pernyataan tersebut disampaikan untuk menanggapi isu yang beredar di media sosial terkait kabar kas negara yang disebut hanya tersisa Rp120 triliun. Dalam media briefing di Jakarta, Jumat (24/4/2026), Purbaya menegaskan informasi tersebut tidak benar.

"Isu dana negara yang tinggal Rp120 triliun, habis itu habis, tidak benar," kata Purbaya.

Dia menekankan bahwa posisi kas negara saat ini masih sangat memadai untuk membiayai program prioritas pemerintah, termasuk penyaluran bantuan sosial kepada masyarakat yang membutuhkan.

"Tidak perlu takut dengan APBN pemerintah, masih cukup dan uang kita masih banyak," terangnya.

Lebih lanjut, Purbaya menjelaskan bahwa angka Rp120 triliun yang beredar merupakan bagian dari Saldo Anggaran Lebih (SAL) pemerintah yang disimpan di Bank Indonesia. Secara keseluruhan, pemerintah masih memiliki SAL sebesar Rp420 triliun yang belum digunakan.

Dari jumlah tersebut, sekitar Rp300 triliun ditempatkan di sektor perbankan dalam bentuk deposito yang dapat dicairkan sewaktu-waktu sesuai kebutuhan pembiayaan negara.

"Yang Rp300 triliun kita masukkan ke perbankan supaya ada tambahan likuiditas dan kredit bisa berjalan. Itu yang saya sebut sebagai penguasaan kebijakan moneter," ujarnya.

Menurutnya, penempatan dana di perbankan juga menjadi bagian dari strategi pemerintah untuk mendorong aktivitas ekonomi. Selain meningkatkan likuiditas, bunga dari simpanan tersebut dapat dimanfaatkan untuk mendukung pembiayaan program pemerintah.

Purbaya menambahkan, pengelolaan APBN yang dinilai sehat dan kredibel turut mendapat respons positif dari investor internasional. Hal itu disampaikannya setelah kunjungan kerja ke Amerika Serikat beberapa waktu lalu.

"Jadi saya ingin menegaskan lagi, kondisi APBN baik. Bahkan, investor di sana kagum. Mereka sudah tidak lagi mempertanyakan soal defisit dan lain-lain, semuanya sudah jelas bagi mereka. IMF dan Bank Dunia juga sama, tidak menanyakan hal itu lagi," pungkasnya.

Editor : Arika Hutama

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut