PURWOSARI, iNewsBojonegoro.id - Luapan Sungai Gandong akibat curah hujan tinggi menyebabkan tebing sungai di Desa Punggur, Kecamatan Purwosari, Kabupaten Bojonegoro, longsor. Peristiwa tersebut terjadi pada Senin (12/2026), pukul 23.30 WIB.
Dampak longsor mengakibatkan tanah pekarangan milik Karlan (61), warga RT 001 RW 003 Desa Punggur, ambles dengan luas mencapai sekitar 100 meter persegi dan kedalaman kurang lebih 1,5 meter. Tanah yang longsor berada tepat di tepian Sungai Gandong.
Kapolsek Purwosari, Ajun Komisaris Polisi (AKP) Subeki, menjelaskan bahwa longsor dipicu oleh meluapnya Sungai Gandong akibat hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut.
“Curah hujan tinggi menyebabkan debit air Sungai Gandong meningkat dan meluap, sehingga menggerus tebing sungai dan mengakibatkan tanah pekarangan korban longsor,” ujar AKP Subeki saat dikonfirmasi awak media, Kamis (15/1/2026).
Selain merusak pekarangan, longsor juga berdampak pada kandang sapi milik korban yang ikut mengalami kerusakan. Meski demikian, tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam kejadian tersebut.
Menurut keterangan korban, kejadian longsor bukan kali pertama terjadi. Rumah Karlan diketahui telah dipindahkan sebanyak dua kali akibat peristiwa serupa di lokasi yang sama.
Setelah kejadian, korban melaporkan peristiwa tersebut kepada pemerintah desa setempat. Hal itu dilakukan karena setiap kali hujan deras, aliran Sungai Gandong kerap menjadi sangat deras dan mengarah langsung ke area rumahnya.
Guna mengantisipasi potensi longsor susulan, pemerintah desa telah berkoordinasi dengan pihak terkait untuk penanganan lebih lanjut. Salah satu upaya yang diusulkan adalah pembangunan plengsengan atau bronjong di sepanjang tebing sungai.
AKP Subeki menambahkan, berdasarkan keterangan dari Staf Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo, pada Desember 2025 lalu sempat diusulkan pembangunan bronjong sepanjang 30 meter di lokasi tersebut. Namun hingga kini, realisasi pembangunan tersebut belum terlaksana.
“Korban berharap ada tindak lanjut secepatnya dari pemerintah desa maupun instansi terkait untuk pembangunan bronjong, karena lokasi masih sangat rawan longsor,” pungkasnya.
Sementara itu, kerugian material akibat kejadian tersebut masih dalam proses pendataan oleh pihak desa dan instansi terkait.
Editor : Dedi Mahdi
Artikel Terkait
