Sembilan Embung Rampung Dibangun, Bojonegoro Perkuat Air Pertanian dan Ketahanan Pangan

Arika H.
Salah satu embung yang selesai dibangun Pemkab Bojoengoro. Foto: dok Pemkab

BOJONEGORO, iNewsBojonegoro.id - Dalam rangka memperkuat ketahanan pangan dan menjamin ketersediaan air baku bagi sektor pertanian. Selama tahun 2025 Pemerintah Kabupaten Bojonegoro membangun sebanyak sembilan titik embung di berbagai kecamatan, pembangunan itu telah rampung 100 persen dan siap dimanfaatkan masyarakat.

Kepala Bidang Air Baku Irigasi Dinas Pekerjaan Umum Sumber Daya Air (PU SDA) Kabupaten Bojonegoro, Bungku Susilowati, mengatakan embung-embung tersebut dibangun di sejumlah wilayah strategis yang rawan kekeringan dan membutuhkan cadangan air pertanian.

“Pembangunan embung tersebar di Kecamatan Kasiman, Padangan, Ngasem, Sumberrejo, Kedungadem, Sugihwaras, dan Balen. Seluruh paket pekerjaan telah mencapai target fisik 100 persen,” ujar Bungku Susilowati, dikutip Bojonegoro.iNews.id dari laman resmi pemkab.

Dalam pelaksanaannya, beberapa titik embung bahkan mencatat realisasi volume tampungan melebihi rencana awal. Hal ini menunjukkan adanya optimalisasi lahan untuk memaksimalkan daya tampung air hujan dan cadangan air baku.

Embung di Desa Ngasem, Kecamatan Ngasem, tercatat memiliki realisasi volume mencapai 8.204 meter kubik, sementara embung di Desa Siwalan, Kecamatan Sugihwaras, menjadi yang terbesar dengan volume air mencapai 8.718 meter kubik.

Selain itu, pembangunan embung di Kecamatan Kedungadem, yang meliputi Desa Duwel Paket 1, Desa Duwel Paket 2, serta Desa Kedungadem, juga mencatatkan total volume realisasi yang signifikan dan diharapkan mampu menopang kebutuhan air pertanian di wilayah tersebut.

“Kami berharap infrastruktur embung ini dapat segera dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, terutama untuk mengairi lahan pertanian saat debit air sungai mulai menurun,” jelas Bungku.

Adapun sembilan lokasi embung yang telah selesai dibangun meliputi:

Dengan selesainya pembangunan sembilan embung tersebut, Pemerintah Kabupaten Bojonegoro berharap produktivitas pertanian meningkat dan risiko gagal panen akibat kekeringan dapat diminimalkan, khususnya pada musim kemarau.

Editor : Dedi Mahdi

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network